Jadilah yang Pertama

"baik atau buruk informasi yang anda sampaikan, yang pertama akan selalu diingat"

Senin, 18 Maret 2013

Peran Strategis Kelompok Sebagai Penggerak Industrialisasi

     Kelompok usaha adalah inkubator bagi perkembangan bisnis Kelautan dan Perikanan. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 14 tahun 2012 tentang penumbuhan dan pengembangan kelompok usaha kelautan dan perikanan menjadi kekuatan hukum dalam memainkan peran strategis kelompok usaha sebagai penggerak industrialisasi kelautan dan perikanan. Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (PUSLUH KP) Herman Suherman menjelaskan, kelompok usaha memiliki posisi yang sangat strategis dalam industrialisasi kelautan dan perikanan. Sebeb, Kelompok usahalah yang melaksanankan, menggerakkan dan mengeksekusi pelaksanaan program-program, serta visi dan misi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 
     "Kelompok usaha berisi para pelaku usaha yang bergabung dan berusaha bersama. Karena itu kelompok usaha menjadi prioritas   dan sasaran utama dari penyelenggaraan penyuluhan. Sebab kelompok adalah inkubator bagi perkembangan bisnis kelautan dan perikanan. Dengan berkelompok, penyelenggaraan penyuluhan akan jadi lebih mudah,efisien dan efektif," terang Herman Suherman.

    Herman Suherman juga menilai, berkelompok adalah sebuah proses pembelajaran bagi para pelaku usaha dalam berorganisasi dan berbisnis. Dengan berkelompok, bantuan baik berupa sarana dan praaaaarana atau modal usaha     ari KKP akan lebih terarah, serta bisa dikelola secara bersama-sama. Herman Suherman menginfrmasikan pihaknya saat ini sedang menginventarisasi jumlah kelompok usaha kelautan dan perikanan. Kelompok usaha ini dikategorikan menjadi kelompok usaha pemula,madya dan utama (mandiri). Total kelompok usaha yang telah terdata saat ini adalah sebanyak 20.675 kelompok atuuuuuhampir mencapai 21.000 kelompok. Dari total kelompok usaha ini, kata Herman Suherman ada sekitar 1.950 kelompok usaha yang tergolong kelompok usaha utama (mandiri). "Tahun depan, jumlah kelompok usaha yang mandiri ini kita targetkan menjadi sebanyak 4.200 kelompok. jadi secara stratifikasi, jumlah kelompok usaha yang mandiri itu harus semakain banyak jumlahnya. Dengan penyelenggaraan penyuluhan, kelompok usaha pemula dan madya harus meningkat level-nya menjadi kelompok usaha mandiri. Yang kita harapkan, kelompokpkelompok usaha ini bisa menjadi inkubator bisnis kelautan dan perikanan. Dan pelakunya menjadi pebisnis perikanan, karena itu bisa kita simpulkan bahwa kelompok usaha sangat strategisdan penting sekali perannya diera industrialisasi saat ini" paparnya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh KKP untuk memajukan kelompok usaha adalah melaluiPenyelenggaraan Gerakan Nasional Masyarakat PeduliIndustrialisasi Perikanan (GEMPITA). Terang Herman Suherman, Gempita adalah lomba kompetensi atau kemampuan kelompok usaha. Dengan dilombakan, melalui ajang Kelompencapir, Para kelompok usaha itu akan bersaing dalam hal manajemen kelompok gun menuju usahyang prodktif, berdaysaing, dan bernilai tambah. "selaain tujuannya agar para kelompok usaha itu termotivasi. Termotivasi untuk memiliki manajemen yang lebih baik dan menguasai teknologi yang lebih baik pula. Sehingga mereka semakin sukses dan berkembang usahanya," timpalnya.
erman Suherman mengungkapkan, agar kelompok menjadi produktif, berdaya saing, dan bernilai tambah, maka penyuluh perikanan adalah pendamping, fasilisator, motivator dan akselelator bagi kelompok usaha. Penyuluh berperan meningkatkan kemampuan para pelaku dalam beroganisasi dan berbisnis, sehingga bisa menjadi lebih mandiri. solid dan profesional. Dengan demikian penyuluhnya pun dituntut harus profesional pula.Ke depanya, kata Herman Suherman, bila kelompok-kelompok usaha sudah mandiri dan semakin profesional, bukan mustahil bagi mereka untuk membentuk koperasi atau badan usaha. Yaitu koperasi atau badan usaha bersekal mikro, kecil dan mengahyang akan mendukung para pelaku utama di lapangan dan menumbuhkan banyak pengusaha perikanan. 

Sumber : Infomina edisi September / Tahun II 2012

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories