Jadilah yang Pertama

"baik atau buruk informasi yang anda sampaikan, yang pertama akan selalu diingat"

Selasa, 24 Februari 2015

KOMISI IV DPR-RI KUNJUNGI PPS BITUNG


Warta Penyuluhan PPS Bitung –   Kunjungan kerja Komisi IV DPR – RI ke Sulawesi Utara (Manado) yang berangkat dari Jakarta menuju Kota Manado, Senin padi (23/02), Pukul 05.30 Wita dengan Pesawat Garuda GA 600, dan tiba di Bandara Samratulangi Manado pada pukul 09.55 Wita. Komisi IV DPRD RI meliputi beberapa bidang yakni, pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan, yang mana Provinsi Sulut merupakan tempat yang sangat strategis dan merupakan salah satu kepulauan dan juga perbatasan.

Kunjungan kerja yang memakan waktu beberapa hari di Sulawesi Utara, rombongan tersebut meminta kepada pemerintah yang akan dikunjungi nanti diharapkan saling memberikan masukkan mengenai apa yang menjadi permasalahan yang dihadapi, agar semua itu bisa dibahas di pusat nanti.


Rombongan komisi yang berjumlah 7 orang ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Komisi IV DPRI – RI dari Fraksi Gerindra, Eddy Prabowo MM MBA melakukan pertemuan perdana bersama Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarudajang. Seusai pertemuan dengan orang nomor satu Sulut, rombongan tersebut
  berkunjung ke Kota Bitung, yang mana pertemuan mereka meninjau langsung Pelabuhan Perikanan Samudera yang menghadirkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut dan Kabupaten Bitung, meninjau Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, meninjau Akademi Perikanan Bitung (AKP) dan meninjau Produksi Pengelolaan Perikanan.

Kunjungan mereka di Kota Bitung disambut baik oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Ir Frits P Lesnussa Msi  dan Walikota Bitung, Hanny Sondakh yang didampingi Wakil Walikota Bitung, Max Lomban, serta Wakil Ketua DPRD Bitung, Maurits Mantiri, pemilik kapal dan nelayan.


Warga Kota Bitung yang banyak kehidupannya bergantung pada potensi kelautan dan juga perikanan akhirnya banyak
  nelayan tidak melaut serta ribuan karyawan perusahaan banyak yang dirumahkan (PHK), gara – gara pemasukan ikan tidak ada sama sekali, itu semua karena adanya dampak dari Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan RI, Nomor 56 - 57/PERMEN-KP/2014, padahal Kota Bitung merupakan salah satu sektor perikanan yang investasi cukup terbesar.


Walikota Bitung, Hanny Sondakh menyampaikan, Bitung merupakan salah satu kota yang unik dan mempunyai penghasilan utama dibidang ekspor terbesar adalah, miyak kelapa sawit dan juga bungkil, kemudian ekspor dibidang perikanan yang terbesar diwilayah Indonesia Timur yang memiliki banyaknya perusahaan ikan yang megekspor bermacam – macam jenis ikan ke Negara Asia maupun Negara yang lain.


Ketua Tim Komisi IV DPRD RI, Eddy Prabowo MM MBA menjelaskan, kunjungan mereka ke Kota Bitung ingin menyelamatkan Aset Negara yang beberapa bulan ini mendapat tekanan dari peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, perlu diketahui juga, bahwa semua langkah tersebut demi kehidupan para nelayan kita, yang mana ikan kita yang ada dilaut Indonesia selama dicuri oleh warga asing, mereka pun kebanyakan melakukan trnshipment dan juga illegal fishing dilaut, makanya pemerintahan sekarang ini mengambil sikap untuk memberantas semua itu.

“Tim saya akan saling berkoordinasi dengan pihak perikanan agar bisa menyerap berbagai aspirasi masyarakat, selama 4 hari ini kami berada di Sulawesi Utara, makanya kami memeinta kepada pemerintah terkait agar saling bekerja sama dalam memberikan informasi, agar kunjungan kerja kami ini bisa bermanfaat bagi kami dan juga seluruh warga yang ada di Sulawesi Utara, karena kunjungan kami ada beberapa tempat yakni, Bitung, Tomohon, Tondano serta Bunaken” kata  Eddy Prabowo.
 




Tidak ada komentar:

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories