Jadilah yang Pertama

"baik atau buruk informasi yang anda sampaikan, yang pertama akan selalu diingat"

Selasa, 02 April 2013

Mengenal Lebih Dekat dengan USTAFU (Usaha Tampa Fufu)

 
Kota Bitung terkenal dengan sebutanKota Cakalangkarena Bitung memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan Komoditas andalan di bidang perikanan tangkap antara lain : ikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang, sehingga menjadikan sektor ini sebagai primadona dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ikan Cakalang sering disebut skipjack tuna. Besarnya potensi sumberdaya ikan cakalang di kota Bitung menyebabkan tingginya minat dari masyarakat untuk mengolah ikan, salah satunya menjadikan pengolahan ikan cakalang asap, atau nama lokalnya cakalang fufu.
Pengolahan Ikan Cakalang Fufu merupakan pengolahan tradisional dengan proses pengasapan, yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan ikan melalui unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam asap, sehingga dapat meningkatkan daya awet ikan.
Sentra pengolahan cakalang fufu di Kota Bitung terdapat di wilayah Kecamatan Girian. Banyaknya masyarakat yang mengolah ikan cakalang fufu, sehingga dibentuklah kelompok pengolah cakalang fufu untuk memanfaatkan potensi sumberdaya ikan yang ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu kelompok pengolah cakalang fufu tersebut yaitu kelompok Ustafu atau Usaha Tampa Fufu. Kelompok ini berdiri pada tanggal 10 Nopember 1996 dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang.
  1. Visi kelompok : Meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok

  2. Misi kelompok :
  • Menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar anggota kelompok
  • Meningkatkan pendapatan anggota kelompok
  • Menambah / membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
  • Menjalin kemitraan dengan instansi terkait mapun lembaga keuangan.
Produk yang dihasilkan oleh kelompok Ustafu antara lain adalah tepung ikan, bakasang, woku dan ikan cakalang fufu sebagai produk unggulan. 

 
Bahan yang digunakan dalam pembuatan cakalang fufu adalah :
  • Ikan Cakalang
  • Bambu 
  • Sabut Kelapa/ Gonofu
  • Daun Woka
Alat yang digunakan dalam pembuatan cakalang fufu adalah :
  1. Pisau
  2. Telenan
  3. Bak dan keranjang plastic
Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut :
  1. Ikan cakalang disiangi dengan cara dibuang isi perut dan insang
  2. Kemudian dibelah memanjang menjadi dua bagian dan dicabut tulang/duri tengahnya.
  3. Setelah itu ikan dicuci hingga bersih dari kotoran dan darah yang menempel.
  4. Ikan yang telah bersih kemudian siap untuk dipasang pada bambu (digepe).
  5. Selanjutnya ikan disusun di rak-rak besi (tungku asap) untuk kemudian dilakukan pengasapan dengan bahan bakar sabut kelapa. Pengasapan dilakukan selama kurang lebih 3 jam.
  6. Setelah matang ikan didingin-anginkan
  7. Ikan siap dipasarkan.
Pengolahan ikan cakalang ini menerapkan Zero waste yaitu optimalisasi pemanfaatan limbah ikan guna meningkatkan manfaat ekonomi, gizi dan lingkungan. Atau dengan kata lain, Ikan cakalang pada proses pengolahan fufu ini habis terpakai semua mulai dari daging, hati dan isi perut ikan, insang, tulang bahkan kulit, sehingga dikatakanmengolah ikan tanpa limbah. Limbah berupa isi perut dari ikan cakalang ini di olah menjadi makanan woku yang dibungkus dalam daun woka. Hati ikan cakalang dibuat bakasang yaitu sejenis bahan penyedap rasa. Insang, Tulang dan kulit ikan cakalang di buat tepung ikan.
  Kelompok Ustafu yang diketuai oleh ibu Marwiah Lahadji merupakan kelompok tertua di Kota Bitung dan telah banyak menerima bantuan atau program-program pemerintah yang diperoleh melalui kelompok ini. Selain melakukan proses pengolahan cakalang fufu, dilakukan juga kegiatan pertemuan kelompok dan dilaksanakan setiap seminggu sekali pada hari Sabtu sore di rumah anggota kelompok secara bergiliran. Pertemuan ini dilaksanakan untuk saling bertukar informasi atau pemecahan permasalahan yang menyangkut kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil. Pada pertemuan ini juga dilaksanakan kegiatan arisan kelompok dan pembayaran iuran kas kelompok.
Pendampingan terhadap kelompok oleh tenaga penyuluh perikanan dan tenaga teknis dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Pertemuan dengan pendamping dilakukan setiap dua minggu sekali dan setiap waktu sesuai kebutuhan melalui komunikasi tatap muka, diskusi, dan ceramah.

Pendampingan oleh Penyuluh Perikanan

 Olahan Cakalang fufu dari kelompok ustafu ini dipasarkan di pasar lokal bitung dan pasar di luar kota bitung seperti pasar bersehati, karombasan, bahu di Manado, bahkan sampai ke Pulau Sangihe dan Gorontalo. Keberadaan kelompok ini dapat memberikan dampak positif bagi terwujudnya kesejahteraan anggotanya. Salah satu langkah yang tepat memilih bergabung pada kelompok pengolahan cakalang fufu USTAFU ini, sehingga mendorong keberhasilan dalam memanfaatkan sumber daya hayati kelautan perikanan, dan meningkatkan nilai tambah melalui strategi pengembangan komoditas berorientasi pasar. Usaha pengolahan cakalang fufu ini diharapkan dapat memotovasi kelompok lainnya di kota Bitung guna memberikan dorongan semangat entrepreneur secara massif untuk mendukung pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan dengan konsepsi Industrialisasi Kelutan dan Perikanan.
 
 

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories